Sering Melewati Jalan Berlubang di Bekasi? Pahami Fitur Keselamatan Mobil Ini!
Begitu respons hidraulis terganggu oleh benturan keras berulang atau pengemudi tidak memahami jeda kerja sistem proteksi (seperti ABS, EBD, dan Electronic Stability Program), koordinasi kendali saat mengeram di jalan berlubang menjadi kacau.
Respons kendaraan melambat atau justru meluncur secara mendadak. Keterlambatan respons inilah yang memunculkan kejutan kasar dan risiko bahaya di jalur berlubang.
Mitos dan Fakta Seputar Fitur Keselamatan dan Kontrol Kendaraan di Jalan Berlubang
1. Fitur keselamatan aktif bersifat permanen dan tidak membutuhkan perawatan rutin
Banyak pemilik kendaraan menduga bahwa sistem proteksi akan terbebas dari perawatan, selama tidak ada lampu indikator peringatan yang menyala di dasbor. Anggapan ini keliru.
Perangkat kontrol stabilitas (ESP) dan sistem pengereman mobil tetap bergantung pada performa mekanis komponen di kolong mobil yang menanggung beban guncangan serta benturan berulang.
Beban jalan yang berlubang padat membuat material pada kampas rem dan komponen suspensi menjadi aus lebih cepat dari perkiraan.